Pemkab Banyuwangi Pastikan Program Rantang Kasih Dilanjutkan
Di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Banyuwangi berkomitmen melanjutkan program Rantang Kasih yang menyasar para warga lanjut usia (lansia) miskin. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani memastikan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat tersebut tetap berjalan.Β
Ipuk mengatakan, Rantang Kasih bukan sekadar program pemenuhan kebutuhan pangan, lebih dari itu, program ini sebagai upaya memastikan lansia yang hidup sendiri tetap mendapatkan perhatian.
βDi tengah efisiensi, kami terus melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya Rantang Kasih ini, yang memang sangat dibutuhkan oleh warga lansia kami,β kata Ipuk.
Program Rantang Kasih digulirkan sejak 2017, telah menjangkau lebih dari 8.000 lansia miskin di Banyuwangi. Pada 2026, Pemkab Banyuwangi mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,1 miliar untuk program tersebut, dengan sasaran sekitar 839 lansia penerima manfaat.
Pelaksanaan program ini didukung pemerintah desa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi, serta sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
βKami tidak sendiri. pemerintah desa, Baznas, maupun sejumlah korporasi melalui CSR ikut mendukung program ini karena anggaran kami terbatas sementara masih ada lansia yang perlu dibantu. Harapannya, dengan bergandengan tangan manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan,β katanya.
Melalui Rantang Kasih, Pemkab Banyuwangi berupaya memastikan lansia yang hidup dalam keterbatasan tetap memperoleh makanan bergizi dan perhatian.Β
βLebih dari sekadar bantuan pangan, program ini menjadi ruang gotong royong yang mempertemukan pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan warga untuk merawat sesama,β ujarnya.Β
Salah satu relawan Program Rantang Kasih adalah Elok Susanti, seorang kader Dasawisma dan PKK. Setiap hari, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani, 67 tahun, seorang lansia yang tinggal sendirian di Kelurahan/ Kecamatan Banyuwangi. Ada dua lansia yang setiap hari dikirimi makanan Elok.Β
βSetiap hari saya yang mengantar. Tak jarang mereka request makanan tertentu. Bagi saya ini adalah ladang amal,β kata Elok.
Elok tak hanya mengantarkan makanan, namun turut memperhatikan kondisi kesehatan lansia tersebut.Β
βKalau sakit saya laporkan ke bidan posyandu untuk segera diperiksa ke rumah mereka,β ungkapnya.
Bagi Sahani, kedatangan Elok bukan sekadar mengantar makanan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang menguatkan hari-harinya di usia senja. Sahani telah lama ditinggal suaminya dan tidak memiliki anak. Di tengah keterbatasan, ia bersyukur menjadi salah satu penerima manfaat program Rantang Kasih, program pemberian makanan gratis bagi lansia dhuafa yang hidup sebatang kara di Banyuwangi.
Hal yang sama juga dirasakan Samsiyah, warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi penerima Rantang Kasih. Nenek berusia 69 tahun yang tinggal sendirian di rumahnya ini mengaku sangat senang karena dia tidak perlu repot lagi memikirkan makanan harian.Β
βAlhamdulillah, saya setiap hari diantar makanan. Semoga Ibu Bupati selalu sehat, yang memasak dan mengantar makanan saya setiap hari juga saya doakan sehat dan banyak rezekinya,β ujar Sahani yang sempat dikunjungi Bupati Ipuk Fiestiandani.
Advertisement